Pencarian

Shopping cart

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Bursa Transfer Paruh Musim Liga 1, Tiga Tim Ini Paling Maksimal

✅ Link berhasil disalin!

Bursa transfer paruh musim BRI Super League resmi ditutup pada Jumat (6/2/2026). Sejumlah klub memanfaatkan momentum ini untuk membenahi komposisi skuad yang dinilai belum optimal.

Aktivitas transfer tengah musim memang selalu menyimpan risiko. Pemain yang didatangkan dituntut beradaptasi dalam waktu singkat sekaligus diharapkan mampu memberi dampak instan terhadap performa tim.

Meski demikian, tidak sedikit klub yang berhasil menemukan rekrutan yang cepat menyatu dengan skema permainan. Dan berikut ini tiga tim dengan transfer paruh musim terbaik Liga 1 versi Bandoengin.

Persik Kediri

Tim Macan Putih menjadi salah satu tim paling sibuk dalam bursa transfer paruh musim ini. Sebelumnya, Persik mengejutkan publik karena melepas Williams lugo serta dua pemain lokal kesayangannya, Yusuf Meilana dan M. Khanafi. Pelepasan mereka, menyusul 4 pemain asing yang penampilannya tak sesuai harapan, yaitu Lucas Gama, Khurshidbek Mukhotorov, Sylvain Atieda, dan Pedro Matos. 

Untuk menambal kekosongan dari posisi yang ditinggalkan,  Persik kemudian mendatangkan Chechu Meneses, Jon Toral, Ernesto Gomez, Rodrigo Dias dan playmaker yang sempat dikaitkan dengan Persib, Adrian Luna. Untuk lokal, Persik meminjam kakak beradik dari Persib, Rezaldi dan Hamra Hehanusa.

Di bawah arahan Marcos Reina, perubahan ini terlihat selaras dengan filosofi bermain. Persik kini lebih menekankan penguasaan bola dan transisi cepat. Duet Jon Toral dan Adrian Luna diproyeksikan sebagai pengatur serangan untuk menghidupkan sisi sayap.

Kedatangan Hamra di lini belakang juga menambah ekstra slot asing di lini serang. Jika buntu, Persik juga punya pelapis yang bisa diandalkan untuk mengubah permainan.
Dengan beberapa hasil positif belakangan ini, bursa transfer berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Persik Kediri.

Arema FC

Arema melakukan koreksi cukup besar setelah performa pemain asing di awal musim dinilai belum maksimal. Odivan, Yann Motta, Ian Puleio kemudian dilepas. Paulinho dan Luiz Gustavo juga dilepas, dengan alasan keluarga  dan cedera yang dialami Luiz.

Singo Edan kemudian mendatangkan Walisson Maia, Gustavo Franca, Gabriel Silva, Joel Vinicius, serta mendaftarkan kembali Pablo Oliveira. Dari pemain lokal, nama-nama seperti Gianluca Pandeynuwu, Hansamu Yama, Rio Fahmi, dan Leo Guntara turut merapat.

Sejumlah rekrutan langsung memberi dampak. Rio Fahmi menghadirkan opsi regenerasi di sisi kanan, Hansamu memberi ketenangan di lini belakang, Franca membuat Arkhan tidak overused, Gabi memberikan kecepatan di sisi sayap, sementara Vinicius memberi variasi baru yang tidak dapat dilakukan Dalberto.

Dengan duet solid Matheus Blade dan Betinho di lini tengah, komposisi Arema kini terlihat lebih seimbang antara pertahanan dan serangan.

Bhayangkara FC

Tak jauh beda dengan Arema, pembelian pemain asing Bhayangkara di awal musim terbilang gagal. Para debutan seperti Christian Ilic, Andres Nieto dan Shanyder Borgelin dirasa kurang maksimal dan membuat mereka harus dilepas. Kemudian, disusul keputusan cukup mengejutkan berpisah dengan Lautaro Belleggia dan Stjepan Plazonja.

Tak mau gambling, Bhayangkara kemudian aktif mendatangkan pemain yang lebih berpengalaman di Indonesia. Deretan nama dari mulai Moussa Sidibe, Privat Mbarga, Alan Cardoso, Sho Yamamoto dan Ryo Matsumura merapat ke Bhayangkara. Adapun terdapat salah satu nama yang baru mencicipi liga Indonesia namun tak asing di Asia, yaitu Henri Doumbia.

Hasilnya, Paul Munster yang kebingungan menentukan line up, kini mulai percaya diri. Diperkuat pelari skillful Sidibe dan Mbarga, lini depan Bhayangkara kini mampu menjadi momok menakutkan bagi pertahanan lawan,

Kehadiran Ryo Matsumura juga menjawab kebutuhan playmaker yang sebelumnya belum terpenuhi. Di lini tengah, Sho Yamamoto dan Moises Gaucho menciptakan stabilitas dalam permainan. 

Langkah dari ketiga tim tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi tajam, pemetaan kebutuhan skuad, serta kerja keras tim scouting yang presisi di paruh musim. Dengan demikian, persaingan papan atas Liga 1 dipastikan semakin ketat. Persib sebagai pemuncak klasemen sementara pun dituntut terus menjaga performa agar tidak kehilangan momentum dalam perburuan gelar.

Penulis:  Bintang Aria Kandiawan | Editor: Zahran Kamal Muharam

Artikel Sebelumnya
Persib Bandung Kembali Gelar Latihan Usai Laga Perdana, Ramon Tanque Sudah Bergabung
Artikel Selanjutnya
Dari Bandung ke Garuda, Beckham dan Panggung yang Lebih Tinggi

Artikel Terkait: