Pencarian

Shopping cart

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kecil Bentuknya, Besar Rasanya, Strategi Sensory Marketing Bantu UMKM Bagomin DD Taklukkan Pasar Digital

✅ Link berhasil disalin!

BANDUNG – Kawasan Gegerkalong, yang dikenal sebagai episentrum kuliner mahasiswa di Kota Bandung, terus melahirkan berbagai inovasi produk yang unik. Salah satunya adalah Bagomin DD, sebuah UMKM kuliner rintisan yang menawarkan terobosan camilan bakso goreng berukuran mini (bite-sized) namun dengan kepadatan rasa yang distingtif. Mengusung jargon andalan "Mini bakso gorengnya, besar rasanya", Bagomin DD sejatinya memiliki potensi daya tarik yang kuat di pasaran. Namun, langkah mereka sempat terhambat oleh tantangan era digital, yakni kesulitan memvisualisasikan kelezatan produk berukuran mini tersebut ke dalam layar gawai agar mampu menarik perhatian calon pembeli.

Merespons kendala tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Telkom University mengimplementasikan solusi terpadu melalui pendekatan Teknologi Tepat Guna (TTG). Sepanjang Februari hingga Juli 2026, tim berkolaborasi intensif dengan Bagomin DD untuk mentransformasi strategi promosi visual mereka. Solusinya diwujudkan dalam bentuk video iklan komersial yang dikemas secara sinematik. Melalui penerapan teknik macro videography, detail produk berhasil diperbesar dengan tajam. Hasilnya, produk yang berukuran mini tersebut kini tampil lebih megah dan menggugah selera, sukses menepis keraguan audiens terkait ukuran aslinya.

Tidak hanya memanjakan mata, inovasi visual ini juga memberikan stimulasi pada indra pendengaran melalui teknik pemasaran sensorik (sensory marketing) berbasis efek ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response). Sensasi suara gigitan yang renyah (crunch sound) direkam menggunakan perangkat audio high-fidelity. Efek audio ini dirancang untuk merangsang memori sensorik di otak penonton sehingga mampu memicu keinginan membeli secara impulsif. Menariknya, pesan promosi dibalut menggunakan pendekatan digital storytelling bergenre komedi situasi ala keseharian mahasiswa yang jenaka, dengan tetap mengikuti pola komunikasi persuasif AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Cara kreatif ini terbukti membuat audiens antusias menonton hingga akhir tanpa merasa bosan dijejali pola penawaran yang konvensional.

Dalam proses produksinya, kolaborasi ini berjalan sangat partisipatif. Pemilik Bagomin DD tidak sekadar menjadi objek pendampingan, tetapi dilibatkan untuk memvalidasi hasil visual hingga tampil secara langsung sebagai pemeran guna menjaga orisinalitas identitas merek. Sebagai langkah perlindungan aset bisnis jangka panjang, karya sinematik ini telah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk memperoleh sertifikat Hak Cipta agar terhindar dari praktik plagiarisme.

Dikomandoi oleh Adrio Kusmareza Adim dari Telkom University, program yang sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) ini turut melibatkan mahasiswa sebagai kru produksi. Kegiatan ini membuktikan bahwa kehadiran akademisi dapat berdampak nyata dalam membantu UMKM lokal naik kelas dan bersaing secara profesional di ekosistem digital.

Artikel Sebelumnya
Coach Bojan Heran, Kenapa Anak Asuhnya Gagal Manfaatkan Dua Penalti?
Artikel Selanjutnya
Bojan Hodak Atur Porsi Latihan Persib untuk Jaga Kebugaran Jelang Hadapi Persijap

Artikel Terkait: