Pencarian

Shopping cart

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Di Balik Panasnya Laga Persib vs Persija, Ribuan Kilogram Sampah Dikelola Tanpa Pembuangan ke TPA

✅ Link berhasil disalin!

Laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 11 Januari 2026, tak hanya menyajikan tensi tinggi di atas lapangan. Di balik atmosfer panas pertandingan, tercatat pula upaya serius Persib dalam menjaga kebersihan stadion.

Pada pertandingan tersebut, sebanyak 6.571 kilogram atau lebih dari 6,5 ton sampah berhasil dikumpulkan dan dikelola secara menyeluruh. Pengelolaan dilakukan melalui kolaborasi Persib dengan Jubelo sebagai mitra resmi waste management stadion, dengan prinsip zero waste to landfill yang berarti tanpa pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Seluruh sampah yang terkumpul dipilah sejak awal. Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sampah anorganik disalurkan ke mitra daur ulang, sementara residu diproses melalui sistem lanjutan agar tidak berakhir di TPA. Proses ini melibatkan puluhan petugas kebersihan dengan sistem kerja terstruktur hingga pertandingan berakhir.

Capaian tersebut menjadi bagian dari pengelolaan berkelanjutan yang telah dilakukan Persib di sejumlah laga kandang musim ini. Sebelumnya, pengelolaan sampah di GBLA juga mencatat sejumlah angka, di antaranya: 2.948 kilogram saat melawan Borneo FC, 3.916 kilogram kontra Bangkok United, 4.972 kilogram ketika menghadapi PSM Makassar, hingga 1.564 kilogram pada laga kontra Persebaya Surabaya.

Jika diakumulasi, total sampah yang berhasil dikumpulkan dan dikelola dari sepuluh pertandingan Persib di kompetisi Super League dan AFC Champions League Two musim 2025/2026 mencapai 33.350 kilogram atau lebih dari 33 ton, seluruhnya ditangani tanpa mengandalkan TPA.

Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menyebut capaian tersebut lahir dari kolaborasi berbagai pihak serta kesadaran Bobotoh dalam menjaga stadion.

“Lebih dari 33 ton sampah yang dikelola ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kesadaran Bobotoh, kerja keras petugas, serta kolaborasi dengan Jubelo yang memastikan pengelolaan sampah GBLA berjalan dengan prinsip zero waste to landfill. Rumah akan terasa nyaman jika semua penghuninya ikut menjaga,” ujar Adhi.

Menurutnya, rasa cinta terhadap Persib tidak hanya tercermin ketika mendukung tim bertanding. Tetapi juga termasuk menjaga kebersihan dan fasilitas GBLA tetap terjaga hingga pertandingan berakhir. 

“Ketika Bobotoh menjaga kebersihan dan fasilitas GBLA, di situlah rasa cinta kepada Persib terlihat nyata. Bukan hanya saat tim bertanding, tetapi juga setelah peluit akhir berbunyi,” tambahnya.

Melalui kampanye #JagaGBLAJagaPersib, Persib terus mengajak Bobotoh untuk merawat GBLA sebagai rumah bersama, dengan langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga fasilitas stadion.

Artikel Sebelumnya
Kemenangan Atas Bangkok Sudah Diprediksi Bojan, Fisik Maung Bandung Lebih Kuat
Artikel Selanjutnya
Bertandang ke Bangkok, Persib Imbau Bobotoh yang Hadir Tunjukkan Sikap Matang Suporter Indonesia

Artikel Terkait: