Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
Persib Bandung resmi mencatat sejarah sebagai tim pertama di Indonesia yang meraih lima gelar juara liga sekaligus tiga gelar juara secara beruntun sejak era Liga Indonesia. Gelar ini dipastikan setelah Persib bermain imbang 0-0 melawan Persijap pada matchday terakhir. Meski raih hasil imbang, Maung Bandung tetap dinobatkan sebagai juara karena unggul head to head atas pesaing terdekatnya, Borneo FC.
Perjalanan musim ini tak bisa disebut berjalan mulus. Maung Bandung sempat mengawali musim dengan cukup kesusahan. Di tiga matchday pertama, Persib terseok-seok ketika hadapi tim promosi. Kekalahan dari Persijap dan hasil imbang melawan PSIM membuat peluang Persib untuk kembali menjadi juara masih tampak jauh dari kenyataan jika tidak segera berbenah.
Kabar baiknya, saat itu jendela transfer masih terbuka. Melihat sejumlah kekurangan dalam skuadnya, sang pelatih Bojan Hodak bergerak cepat dengan mendatangkan Thom Haye, Federico Barba, Eliano Reijnders, dan Andrew Jung. Meski datang di penghujung bursa transfer dan tidak sempat mengikuti pemusatan latihan di Thailand, kehadiran mereka memberi dampak positif bagi tim hingga mampu mengakhiri paruh musim di papan atas.
Apakah tanda-tanda juara sudah terlihat? Tentu belum. Jarak poin Persib dengan pesaing hanya berbeda sejengkal. Persaingan ketat tersebut membuat peluang juara tetap terbuka bagi beberapa tim.
Jelang memasuki putaran kedua, Persib melakukan sedikit perombakan dengan mengorbankan dua pemain yaitu Wiliam Marcilio dan Adam Przybek. Gantinya, Layvin Kurzawa dan Sergio Castel merapat ke Bandung.
Putaran kedua pun berlangsung sengit. Persaingan dengan Borneo FC berjalan ketat hingga pekan-pekan akhir kompetisi. Namun sedikit demi sedikit Persib terus mengumpulkan kemenangan penting. Meski beberapa di antaranya diraih dengan skor tipis, hasil tersebut menjadi modal berharga dalam menjaga posisi di puncak klasemen.
Dengan sinergi seluruh tim dan mental juara yang dimiliki, Persib terus melangkah hingga akhirnya memastikan gelar juara Liga 1 untuk kelima kalinya.
Musim ini terasa berbeda dibanding dua gelar sebelumnya. Jika gelar back to back sempat diraih klub lain dalam era liga Indonesia, maka tiga gelar liga secara berturut-turut belum pernah dicapai siapa pun. Back to back menunjukkan konsistensi, tetapi hattrick juara menunjukkan dominasi. Persib tak hanya mampu mempertahankan performanya, tetapi juga menjaga standar permainan di tengah perubahan skuad, jadwal yang padat, dan ekspektasi untuk menjadi juara yang terus meningkat.
Dengan segala lika-liku yang dilalui sepanjang musim, Persib akhirnya mendobrak berbagai keraguan. Selain mencatatkan hattrick juara liga, Maung Bandung juga menjadi klub pertama yang meraih lima gelar sejak era Liga Indonesia, mengakhiri musim dengan tak terkalahkan di GBLA, serta menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit sepanjang musim.
Lalu sekarang jika back to back adalah hal biasa, apakah setelah threepeat ini Persib layak disebut “Luar Biasa”?